Sabtu, 05 Desember 2020

Nenek atau orang dengan HP nya?


 

Melalui grup WA kelas, pak guru Haikal membuka materi pelajaran dengan membagikan sebuah gambar melalui tautan aplikasi Padlet.



 

Pak Guru: “Anak – anak coba kalian amati gambar yang bapak bagi tadi ”.

       “Dari gambar tersebut, silahkan kalian beri komentar, apa yang kalian lihat dari gambar tersebut dengan cara mengklik     tanda + di pojok bawah buku virtual kalian.”

 

Pak guru menamakan padlet sebagai papan tulis virtual nya, sedangkan untuk siswanya pak guru menyebutnya buku tulis virtual.

 

Pak Guru: “Silahkan siapa yang mau memberi komentarnya lebih dulu.”

Ade: “Orang lagi pada nonton pertandingan bola, pak.”

Nancy: “Nenek – nenek di antara orang – orang muda.”

Abdul: “Netizen yang pada sibuk selfie pak.”

 

Pak Guru: “Bagus. Ayo siapa lagi yang mau kasih komentar? Coba kalian perhatikan nenek yang berdiri paling depan, bedakan dengan orang disekitarnya.

Siti: “Nenek gak bawa HP, sedangkan orang disekitarnya pada foto – foto pake HP, pak.”

Ujang: “Orang – orang yang sedang menikmati sebuah momen dan merekamnya dengan HP mereka.”

Mona: “Menurut saya diantara orang – orang itu, Cuma nenek yang sedang menikmati sebuah momen yang sedang terjadi.”

Pak Guru: “Kenapa begitu? Kenapa cuman nenek?

Siti: “Karena nenek gak sibuk dengan HP nya, pak”.

Ujang: “Tapi kan klo kita rekam atau foto nanti kita save, terus nanti bisa kita nikmatin momen itu. Iya kan, Pak?.”

Pak Guru: “Semuanya bisa benar. Tapi coba kita tanya teman – teman yang lain. Dari gambar diatas, siapakah yang sedang menikmati momen yang dilihatnya, apakah nenek atau orang – orang dengan HP nya?. Beri alasannya juga ya.



#Day6AISEIWritingChallange

 

 

 

 

 

 

 


Kamis, 03 Desember 2020

Media, Si Gadis Sosial

 


#kamismenulis
#wordschallange
#mediasosial


Media seorang gadis generasi Z. Ia lahir dari keluarga sosial ekonomi yang biasa - biasa saja. Ayah yang bekerja sebagai sopir Taxi dan ibu seorang guru TK di komplek tempat mereka tinggal. Media anak semata wayang, ia merupakan media curahan kasih sayang ayah bundanya. Keduanya begitu menyayangi Media. Banyak hal yang dapat Media pelajari dari kedua orang tuanya. Ayah Media lahir dari keluarga status sosial yang cukup berada, namun semenjak menikah dengan ibu Media yang hanya seorang gadis desa yang modern dalam berfikir, ayah Media sekalipun tidak pernah meminta bantuan kepada kakek nenek Media. Sehingga kehidupan keluarganya amat lah jauh berbeda dengan keluarga besar kakeknya. Sedangkan bunda Media, lahir dari keluarga yang pas – pasan namun selalu memandang positif kehidupan.

Media duduk dikelas 11 peminatan Ilmu Sosial dengan prestasi akademik dan kecerdasan rata - rata. Saat di wawancara oleh guru BK untuk penentuan kelas, Media mengatakan alasannya kenapa ia memilih kelas peminatan ilmu sosial karena ia tidak cerdas, tidak pintar tapi katanya ia ingin belajar ilmu sosial yang lebih, agar ia lebih cerdas secara sosial. Alasan yang cukup membuat guru BK tersenyum dan membathin bahwa Media adalah salah satu ciri siswa yang punya motivasi tinggi untuk belajar karena ia tahu apa yang ingin dipelajarinya. Belajar ilmu sosial. Dan terbukti, kebanyakan para guru disekolah mengamini jika Media salah satu siswa yang memiliki kecerdasan sosial yang cukup baik. Contohnya Media sangat mudah bergaul, percaya diri, sopan, jujur dan memiliki sifat empathy baik dengan orang disekitarnya bahkan dengan orang yang baru dikenalnya.

Sebagai generasi Z, Media sangat lekat dengan media sosial, namun tidak membuatnya kebablasan dalam bermedia sosial. Dengan kecerdasan sosial yang dimilikinya, Media seringkali melakukan kegiatan sosial yang jarang dilakukan oleh gadis seusianya. Satu mimpi Media, ingin jadi bos sampah yang cerdas, alasannya karena ia ingin  menaikan status sosial tukang sampah. Menurut Media, tukang sampah adalah orang – orang hebat dengan jiwa sosial yang tinggi. Mimpinya itu sering ia bagikan di media sosial pribadinya.

 

Rabu, 02 Desember 2020

Siapa yang salah?

 


Seorang sekuriti dipecat karena terbukti menggelapkan kas RW. Headline news yang saya dengar dari ibu – ibu yang mendadak menjadi news anchor minggu ini.

Tunggu dulu, saya tidak tahu pasti apakah ia menggelapkan, menyalahgunakan atau korupsi, yang jelas ia terbukti memakai dana kas tersebut tanpa ijin dari pengurus, katanya hingga mencapai sekitar 2 juta rupiah. Seperti itu kelanjutan redaksi beritanya.

Mari kita telaah sedikit kehidupan bapak sekuriti yang dipecat tadi. Bapak sekuriti yang minggu ini mendadak viral dikomplek adalah seorang suami dan ayah 2 anak yang tinggal dirumah kontrakan, di komplek tempat ia bekerja. Di rumah 60 M2 tersebut kedua adik ipar yang masih usia sekolah dan ibu mertua yang sudah renta tinggal bersamanya. Dari ke 7 orang yang tinggal di rumah itu hanya bapak sekuritilah yang bekerja.

Rumah kontrakan bapak sekuriti diapit 2 rumah besar dan tinggi, dengan kendaraan lumayan mewah di garasinya. Namun keluarga bapak sekuriti tidak terlalu "mengenal" tetangganya. Sepertinya begitupun sebaliknya.

Kemudian kita bergeser sedikit ke pengurus RW. Kenapa ke pengurus RW?. Karena bapak sekuriti ini diminta juga membantu pengurus RW untuk menagih iuran bulanan warga, dengan imbalan tambahan penghasilan 100 ribu rupiah per bulannya. Tiap bulannya, bapak sekuriti menagih dan menyetorkan hasil tagihannya kepada pengurus RW, bapak bendahara dan bapak ketua. Namun setiap bulannya berdasar laporan bapak sekuriti sebagai petugas tagih, ada saja warga yang menunggak alias tidak bayar. Bpk bendahara dan bapak ketua hanya mengangguk tanda menerima laporan tersebut tanpa pernah melakukan cross check kepada warga yang menunggak.

Sedangkan warga yang menunggak, membayar tagihan bulan sebelumnya, di bulan berikutnya, di waktu sesukanya. Membayar saat bapak sekuriti tidak sedang memegang buku tagih, membayar saat bertemu bapak sekuriti yang sedang patroli, bahkan mampir sebentar di pos sekuriti saat pergi atau sepulang bekerja.

        Yang pasti ada 7 orang warga yang bingung tinggal dimana nantinya, makan nya, dan sekolahnya bagaimana. Ada juga warga yang bingung memikirkan raibnya kas RW.

Tapi ada juga sebagian warga yang berandai – andai. Andaikan pengurus RW tidak permisif kepada warga yang menunggak. Andaikan pengurus RW mau sedikit meluangkan waktu dan tenaganya, juga pikirannya untuk sedikit membuka laporan keuangan dari bapak sekuriti. Andaikan warga lebih bertaggung jawab dengan kewajibannya dan mencoba lebih disiplin. Andaikan tetangga bapak sekuriti "mengenal" keluarga itu. Andaikan bapak sekuriti tidak tergoda untuk "pinjam" sedikit demi sedikit kas RW. Andaikan keluarga bapak sekuriti dapat membantu si bapak.

Jadi siapakah yang salah?


#Dec2AISEIWritingChallange

 

 

Kerajinan Tangan

 


Di #myclassbeforepandemic saya kadang memberikan tugas tidak langsung berkenaan dengan KD yang dipelajari, dengan tujuan sebagai entertaint siswa dalam belajar meski begitu siswa tetap mendapatkan keterampilan yang harus dimilikinya. Salah satu nya memberikan tugas kerajinan tangan. Materi saya unduh dari laman www.speakaboos.com.

 

                                             Sumber Foto: www.google.com

Prosedur:

1.       Sebelum kegiatan guru membagi siswa kedalam kelompok 3 – 4 orang secara heterogen dan memberikan salinan hand out  instruksi membuat kerajinan tangan tertentu yang sudah dipilih siswa dan meminta siswa menyiapkan bahan – bahan yang dibutuhkan.

2.      Pada saat kegiatan, siswa membuat kerajinan tangan seperti instruksi pada hand out yang didapatnya.

3.      Jika semua kelas sudah selesai, guru dan siswa membuat mini bazar untuk menjual kerajinan yang mereka buat kepada seluruh warga sekolah. Bazar biasanya dilakukan saat event yang diadakan sekolah.

 


 

#Day28NovAISEIWritingChallange

#myclassbeforepandemic

Selasa, 01 Desember 2020

Tebak Lagu

 

                                             Sumber Foto: www.google.com


Siapapun senang menikmati alunan music, terlebih lagi para siswa yang kita ketahui sangat dekat dengan entertainment salah satu nya mendegarkan lagu. Di jenjang SMA, Kompetensi Dasar untuk lirik lagu dilakukan secara kontinu dari kelas 10 hingga kelas 12. Salah satu kegiatan yang saya lakukan dikelas yang berkenaan dengan kompetensi ini adalah menebak lagu. Selain menyenangkan karena dapat sebagai entertainment bagi siswa, game ini juga dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan dalam pelajaran bahasa dan sebagai warmig up sebelum ke kegiatan inti.

 

Prosedur:

1.       Guru secara klasikal meminta siswa mendengarkan sebuah lagu, dan guru mem-pause bagian tertentu pada lagu.

2.      Guru meminta siswa menebak judul lagu tersebut.

3.      Guru meminta siswa Mendengarkan lagu tersebut kembali, guru mem –pause bagian tertentu.

4.      Guru meminta siswa melanjutkan lyric lagu tersebut.

5.      Prosedur yang sama dilakukan untuk beberapa kali, 1 – 2 lagu.

 

 

 

#Day27NovAISEIWritingChallange

#myclassbeforepandemic

Caption on Instagram

 

                                             Sumber Foto: www.instagram.com


Materi caption teks kelas 11 jenjang SMA atau teks penyerta gambar sebetulnya bukan suatu yang baru bagi siswa, apalagi bagi siswa yang betul – betul memanfaatkan social media dalam kesehariannya. Siswa sudah biasa dalam menulis caption saat mereka upload status, membuat feed di instagram, dan di media social lainnya. Saya memanfaat kan social media instagram dalam memberikan pembelajaran teks caption.

 

Prosedur:

1.       Setelah membahas dan belajar tentang teks “Caption”, guru meminta siswa untuk membuat foto pribadi saat melakukan kegiatan tertentu.

2.      Guru meminta siswa untuk menuliskan caption untuk foto yang dibuat nya.

3.      Guru meminta siswa untuk memposting foto berserta caption yang telah dibuat nya ke instagram pribadi dan menge tag nya  ke instagram guru. Jika siswa tidak memiliki akun instagram bisa melalui SWA.

 


 

 

#Day26NovAISEIWritingChallange

#myclassbeforepandemic

Interview

 

                                            Sumber Foto: www.google.com


Pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang” benar adanya. Salah satu siswa sayang kepada gurunya jika ia mengenal baik sang guru. Salah satu cara yang saya lakukan untuk menjembatani hal tersebut dengan meminta siswa untuk melakukan interview kepada guru yang mereka pilih. Selain hal yang saya sebutkan diatas, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan menulis siswa yang terkait dengan teks recount kelas 1o jenjang SMA.

 

Prosedur:

1.       Setelah membahas dan belajar tentang teks “Recount”, guru meminta siswa untuk memilih seorang guru untuk diinterview.

2.      Guru menjelaskan alur yang harus dilakukan siswa saat interview.

3.      Guru mmberikan panduan apa saja yang kira – Kira perlu ditanyakan saat interview.

4.      Guru meminta siswa untuk melakukan rekaman suara saat interview.

5.      Guru meminta siswa untuk menuliskan hasil interviewnya kedalam bentuk  biografi teks recount.

 

Sumber Foto: www.google.com

 

 

 

#Day25NovAISEIWritingChallange

#myclassbeforepandemic

Syair dari kata unik Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memeliki kata-kata unik dan menarik yang jarang di gunakan dalam percakapan sehari-hari. Jika di rangkai dengan kata yang u...